Aneurisma / kelainan pembuluh darah
Aneurisma
adalah suatu keadaan dimana ada daerah yang lemah dan menonjol pada pembuluh
darah. Penonjolan ini hanya terjadi di bagian dalam dinding pembuluh darah atau
bisa juga membuat pembuluh darah itu menjadi setipis balon. Inilah keadaan yang
membahayakan, karena sewaktu-waktu aneurisma ini dapat pecah.
Aneurisma
dapat terjadi di pembuluh darah manapun di seluruh tubuh. termasuk di pembuluh
darah otak. Aneurisma di otak dapat bertambah besar, dan dapat menekan daerah
otak sekitarnya, menimbulkan gangguan yang nyata, seperti sakit kepala,
mual-muntah, nyeri atau kaku pada leher, pandangan kabur, atau sensitif
terhadap cahaya. Tapi sering yang tidak bergejala apapun, terutama pada
Aneurisma yang kecil. Aneurisma ini jarang ditemukan dibawah usia 20 tahun,
biasanya sering terjadi pada usia yang lebih tua.
Beberapa
faktor risiko yang dapat mempermudah seseorang untuk mengalami Aneurisma, yaitu
tekanan darah tinggi, luka trauma pada kepala, merokok, pengguna alkohol,
riwayat keluarga yang mempunyai Aneurisma dan kelainan bawaan lainnya seperti
ginjal Polikistik.
Bagaimana
Aneurisma dapat terjadi?
Sampai saat
ini, penyebabnya masih tidak diketahui pasti. Kelihatannya, Aneurisma terjadi
karena tidak adanya lapisan otot pada pembuluh darah tersebut. Sehingga seiring
dengan waktu, dimana pembuluh darah sering mengalami kontraksi (mengecil) dan
dilatasi (melebar) akan membuatnya menjadi tipis dan teregang. Ini yang lama
kelamaan akan membentuk Aneurisma.
Bahaya dari
Aneurisma yang terbentuk, dapat menyebabkan terjadinya stroke atau kematian,
karena pecahnya Aneurisma tersebut. Aneurisma dapat diobati dengan melakukan
operasi. Tapi biasanya operasi baru dilakukan untuk mencegah terjadinya
perdarahan berulang dari pecahnya Aneurisma tersebut. Karena banyak orang yang
tidak menyadari akan adanya Aneurisma pada dirinya, sampai Aneurisma itu pecah
dan mengakibatkan stroke atau kematian.
Bagaimana
caranya untuk mendeteksi Aneurisma?
Aneurisma
dapat dideteksi dengan melakukan pemeriksaan sinar X (ronsen), Ekokardiografi,
CT (computed tomography) Scan dan MRI (magnetic resonance imaging).
Saran penggunaan propolis diamond (PD)
Berikan Propolis Diamond mulai dengan 10 tetes
Propolis Diamond 3 kali sehari setelah makan, penderita diwajibkan untuk
meminum 1 gelas air putih hangat setiap 1 jam.
Resep Alternatif (dr Adji Suranto, SpA)
Bahan : Jahe segar 2
ibu jari, bubuk kayu manis 1 sendok makan, ginseng segar 1 ibu jari, madu 300
cc dan air 300 cc. Madu yang dipakai sebaiknya madu durian, madu apel, atau
madu hutan (multiflora).
Cara membuat: Jahe dikupas dan dipotong tipis, ginseng dipotong tipis, kemudian direbus
dalam air 300 cc dan ditambahkan bubuk kayu manis. Setelah volumenya
menjadi 150 cc, airnya disaring. Setelah hangat, masukkan madu secara perlahan
sambil diaduk hingga rata.
Cara memakai: Ramuan ini diminum 3 kali 2 sendok makan per hari.