Sabtu, 11 Mei 2013

aneurisma


Aneurisma / kelainan pembuluh darah

Aneurisma adalah suatu keadaan dimana ada daerah yang lemah dan menonjol pada pembuluh darah. Penonjolan ini hanya terjadi di bagian dalam dinding pembuluh darah atau bisa juga membuat pembuluh darah itu menjadi setipis balon. Inilah keadaan yang membahayakan, karena sewaktu-waktu aneurisma ini dapat pecah.


Aneurisma dapat terjadi di pembuluh darah manapun di seluruh tubuh. termasuk di pembuluh darah otak. Aneurisma di otak dapat bertambah besar, dan dapat menekan daerah otak sekitarnya, menimbulkan gangguan yang nyata, seperti sakit kepala, mual-muntah, nyeri atau kaku pada leher, pandangan kabur, atau sensitif terhadap cahaya. Tapi sering yang tidak bergejala apapun, terutama pada Aneurisma yang kecil. Aneurisma ini jarang ditemukan dibawah usia 20 tahun, biasanya sering terjadi pada usia yang lebih tua.

Beberapa faktor risiko yang dapat mempermudah seseorang untuk mengalami Aneurisma, yaitu tekanan darah tinggi, luka trauma pada kepala, merokok, pengguna alkohol, riwayat keluarga yang mempunyai Aneurisma dan kelainan bawaan lainnya seperti ginjal Polikistik.

Bagaimana Aneurisma dapat terjadi?
Sampai saat ini, penyebabnya masih tidak diketahui pasti. Kelihatannya, Aneurisma terjadi karena tidak adanya lapisan otot pada pembuluh darah tersebut. Sehingga seiring dengan waktu, dimana pembuluh darah sering mengalami kontraksi (mengecil) dan dilatasi (melebar) akan membuatnya menjadi tipis dan teregang. Ini yang lama kelamaan akan membentuk Aneurisma.

Bahaya dari Aneurisma yang terbentuk, dapat menyebabkan terjadinya stroke atau kematian, karena pecahnya Aneurisma tersebut. Aneurisma dapat diobati dengan melakukan operasi. Tapi biasanya operasi baru dilakukan untuk mencegah terjadinya perdarahan berulang dari pecahnya Aneurisma tersebut. Karena banyak orang yang tidak menyadari akan adanya Aneurisma pada dirinya, sampai Aneurisma itu pecah dan mengakibatkan stroke atau kematian.

Bagaimana caranya untuk mendeteksi Aneurisma?
Aneurisma dapat dideteksi dengan melakukan pemeriksaan sinar X (ronsen), Ekokardiografi, CT (computed tomography) Scan dan MRI (magnetic resonance imaging).

Saran penggunaan propolis diamond (PD)

Berikan Propolis Diamond mulai dengan 10 tetes Propolis Diamond 3 kali sehari setelah makan,  penderita diwajibkan untuk meminum 1 gelas air putih hangat setiap 1 jam.
Resep Alternatif  (dr Adji Suranto, SpA)
Bahan : Jahe segar 2 ibu jari, bubuk kayu manis 1 sendok makan, ginseng segar 1 ibu jari, madu 300 cc dan air 300 cc. Madu yang dipakai sebaiknya madu durian, madu apel, atau madu hutan (multiflora).

Cara membuat: Jahe dikupas dan dipotong tipis, ginseng dipotong tipis, kemudian direbus dalam air 300 cc dan ditambahkan  bubuk kayu manis. Setelah volumenya menjadi 150 cc, airnya disaring. Setelah hangat, masukkan madu secara perlahan sambil diaduk hingga rata.

Cara memakai: Ramuan ini diminum 3 kali 2 sendok makan per hari.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar